Dampak Banjir pada Pariwisata Bali Akhir 2025


Banjir yang melanda Bali sejak pertengahan Desember 2025, dipicu bibit siklon tropis 93S, memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Kawasan wisata utama seperti Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, Denpasar, dan Gianyar terendam, menyebabkan gangguan aktivitas wisatawan dan penurunan kunjungan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dampak Langsung

  • Evakuasi dan Korban: Ratusan wisatawan dievakuasi dari hotel dan vila di Legian serta Seminyak. Satu wisatawan asing (WNA Rusia) tewas terseret arus di Badung. Sekitar 150 wisatawan terdampak langsung, termasuk terjebak di genangan air hingga pinggang orang dewasa.
  • Gangguan Akses: Jalan utama tergenang, menyebabkan kemacetan parah dan penutupan rute ke bandara serta objek wisata. Aktivitas outdoor seperti rafting, trekking, dan pantai dibatasi atau ditunda.
Lagi-Lagi, Banjir di Samigita | Warta Bali Online

Dampak Ekonomi dan Kunjungan

  • Penurunan Okupansi: Tingkat hunian hotel turun signifikan, dari 75-80% pada November menjadi lebih rendah di Desember awal. Banyak pembatalan booking vila (hingga 15%) karena kekhawatiran banjir.
  • Bali Terlihat Sepi: Jalanan lengang, sopir pariwisata jarang dapat orderan. Meski data kunjungan wisman hingga Oktober 2025 mencapai 5,9 juta (naik 11%), akhir tahun terasa sepi akibat cuaca ekstrem dan sentimen negatif (banjir, sampah, kemacetan).
  • Kerugian Jangka Panjang: Persepsi destinasi tidak aman berpotensi memicu travel warning dari negara asal wisatawan. Pedagang suvenir, pemandu, dan UMKM pariwisata kehilangan pendapatan.

Penyebab dan Prospek

Banjir diperburuk oleh alih fungsi lahan sawah menjadi bangunan pariwisata, mengurangi resapan air. PHRI dan Gubernur Bali optimistis lonjakan kunjungan mulai 20 Desember, dengan target 7 juta wisman tahun ini. Namun, pelaku usaha mendesak perbaikan infrastruktur drainase dan pengelolaan lingkungan untuk mencegah dampak berulang.

Bagi wisatawan, Bali tetap aman di kawasan non-rawan seperti Ubud bagian atas atau Nusa Dua, tapi disarankan pantau BMKG dan hindari aktivitas berisiko selama hujan lebat berpotensi hingga akhir Desember.