Ubud, Gianyar – 22 Desember 2025
Jalan Raya Ubud, salah satu arteri utama di kawasan wisata pusat Bali, ditutup total menyusul jebolnya sebagian badan jembatan akibat longsor yang dipicu hujan deras. Kejadian ini terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025, sekitar pukul 14.30 WITA, di sebelah barat Simpang Ambengan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, longsor awalnya terjadi di sekitar gudang Bank BRI dan merembet ke badan jembatan. Curah hujan tinggi yang melanda Bali belakangan ini memperburuk kondisi tanah, menyebabkan sebagian bahu jalan ambrol dan retak parah. Getaran dari kendaraan yang melintas turut mempercepat kerusakan hingga akhirnya sebagian jembatan jebol.
Tim gabungan dari Polsek Ubud, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar, BPBD Bali, dan instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk penanganan darurat. Garis polisi dipasang untuk mencegah kendaraan melintas, dan jalur dialihkan ke rute alternatif. Kapolres Gianyar bahkan turun langsung memantau situasi pada Jumat, 19 Desember 2025.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini berkat respons cepat petugas yang segera menutup akses. Namun, penutupan jalur ini menyebabkan kemacetan parah di Ubud dan sekitarnya, terutama bagi wisatawan yang hendak menuju objek populer seperti Monkey Forest, pasar seni, atau sawah terasering.

Pihak PUPR Gianyar sedang berkoordinasi dengan Provinsi Bali untuk perbaikan permanen, mengingat jalan ini merupakan kewenangan provinsi. Sementara itu, pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif dan berhati-hati karena cuaca ekstrem masih berpotensi menyebabkan bencana serupa.
Peristiwa ini menambah daftar kerusakan infrastruktur akibat hujan lebat di Bali akhir-akhir ini, termasuk pohon tumbang dan genangan di berbagai wilayah. BMKG memprediksi curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga akhir tahun.