Bali Tour Paket Liburan Bali
Telp: 0361 8495245

Tenganan

Tenganan

Ada sebuah legenda tentang raja Bedahulu, yang pada suatu hari kehilangan kuda kesayangannya, namun kemudian ditemukan di suatu tempat dalam keadaan tak bernyawa lagi.

Penduduk Tenganan yang mengiringkan sang raja dalam pencarian itu kemudian memohon hadiah, berupa tanah seluas bau bangkai kuda itu masih tercium. Tetapi semakin jauh mereka berjalan semakin keras juga bau bangkai itu, dan baru hilang beberapa hari kemudian, setelah pemimpin penduduk itu mengeluarkan sepotong daging busuk dari balik pakaiannya. Tenganan adalah salah satu desa “Bali Aga” juga, desa tempat kediaman para penduduk Bali asli. Dengan adat dan tata kehidupannya yang berbeda dengan bagian lainnya. Tempat ini dikenal sebagai satu-satunya tempat yang membuat Kamben Gringsing, kain tenun ikat yang menggunakan bahan pewarna tradisionil. Kadang-kadang proses pembuatannya yang berbelit-belit itu memakan waktu sampai lima tahun hanya untuk menyelesaikan sepotomg kain saja. Upacara yang khas desa ini umumnya diadakan sekali setahun. Salah satu yang terkenal adalah tari Rejang dengan iringan Gamelan Selonding (Selonding : jenis gamela yang hanya ada di desa ini). Upacara lain adalah Perang Pandan atau Mekare-kare, sebuah upacara dimana anak-anak laki-laki saling bertanding dengan mempergunakan daun pandan berduri sebagai senjata. Pengobatan mereka yang terluka merupakan tanggung jawab para dukun, yang dalam upacara ini akan menunjukkan kekuatan ilmunya.

tenganantenganan

tenganantenganan

 

Trunyan

Trunyan

Terpisah dari rekan-rekan lainnya yang diseberang danau Batur, dan terpagar bukit karang yang terjal, penduduk desa Trunyan yang menamakan diri sebagai “Bali Aga” itu hidup damai dengan tradisi dan tata caranya sendiri yang berasal dari jaman pra sejarah.

Sistim kasta tidak dikenal di tempat ini, demikian pula kebiasaan mengubur jenasah atau perebuan jenasah seperti penganut Hindu lainnya. Mereka hanya meletakkan jenasah itu di salah satu lereng karang dan membiarkannya lebur oleh proses alam. Di salah satu tempat yang dirahasiakan mereka menyimpan sebuah patung setinggi4 meter, tersembunyi. Patung ini adalah patung Ratu Gede Pancering Jagad, Maha Ratu dari Pusat Dunia, yang dianggap sebagai pelindung dan penjaga kampung itu. Untuk mencapai tempat ini para pengunjung harus turun menuju ke desa kedisan di tepi danau, dan menyerahkan perjalanan selanjutnya kepada tukang-tukang perahu yang tahu benar bagaimana mancapai Trunyan dengan perahu bermotor mereka.

trunyantrunyan

trunyantrunyan

 

Ubud

Ubud

Ubud adalah sebuah kecamatan yang semula hanya berupa kerajaan kecil tetapi kemudian menjadi tenar hingga kini.

Perkembangan Ubud menjadi daerah wisata dimulai sejak kedatangan Walter Spies, seorang pelukis Jerman kelahiran Moskow pada tahun dua puluhan, yang kemudian mendirikan perkumpulan pelukis “Pita Maha”. Belakangan pelukis lain dari Belanda yang bernama Rudolf Bonnet ditunjuk Yayasan untuk memimpin museum di tempat ini, yang sampai kini terkenal dengan nama museum “Puri Lukisan”, tempat menyimpan karya-karya pelukis Bali bermutu. Ubud terkenal karena menjadi “Pusat Seni”, sama terkenalnya dengan hutan monyet dan jembatan gantung di atas sungau Campuan yang ada di daerah ini. Campuan, yang berarti pertemuan antara dua sungai, adalah sungai yang indah, tempat orang-orang, baik penduduk setempat maupun pelancong, mandi-mandi di tempat terbuka di bawah bayangan tebing terjalnya yang rimbun. Kekhasan Ubud yang lain adalah para pelukisnya. Siapa saja bisa meminta kepada para pelukis itu untuk membuatkan potret wajahnya, dan dalam satu jam, atau kurang, sudah bisa selesai. Namun berbeda dengan daerah pariwisata umumnya, ternyata ubud adalah desa yang masih tetap “bertahan”, tak tergoda oleh arus wisatawan, bahkan sebaliknya, tetap memelihara suasana kampung sebagaimana aslinya.

ubudubud

ubudubud

 

Sanur

Sanur

Pantai yang berkarang dan berpasir putih ini, sepanjang 8 km terhampar di teluk badung yang tenang

Beruntung sekali selalu menghadap kearah matahari terbit, sehingga orang pun bisa datang bersama tukang perahu dan bersama sampan-sampan mereka untuk mengucapkan : “Selamat pagi” kepada keindahan. Ombak yang memanjang di luar karang merupakan sahabat terbaik para peluncur papan, sedangkan air tenang di bagian dalamnya merupakan tempat yang baik untuk bermain ski atau memancing. Suatu malam di pantai sanur tak akan terlupakan, terutama bila bulan purnama sedang bersinar, dan gadis-gadis bermain air ditemani pemuda-pemudanya. Orang-orang tua dahulu mengatakan bahwa bila bulan purnama tiba meraka harus pergi ke pantai untuk memohon kepada Tuhan agar memberkahi mereka wajah cantik secantik bulan. Namun tentunya anggapan itu hanyalah alasan orang-orang tua saja agar anak-anak remaja mendapat kesempatan bersantai sekali sebulan. Tempat lain yang perlu untuk dikunjungi adalah Museum Le Mayeur, rumah seorang pelukis Belgia yang kini didiami jandanya, Ni Polok.

sanursanur

sanursanur

 

Serangan

Serangan

Luasnya hanya beberapa puluh hektar saja, berupa tanah berpasir di luar teluk dangkal, yang nampak bagaikan sepotong mata rantai terputus antara Nusa Dua dan pantai selatan kota Denpasar.

Pohon-pohon kelapa yang teduh menaungi bagian tengahnya, namun sebaliknya, pantainya yang berpasir putih tenang terbuka begitu saja, dan amat sesaui bagi penyu-penyu untuk bertelor di malam-malam yang sepi. Sayang sekali bahwa mata manusia-manusia yang rakus seringkali lebih cepat dari si pemilik telor itu sendiri, dan semakin rakus tangan-tangan itu mencari semakin jarang penyu yang datang. Merekapun akhirnya hanya sempat meninggalkan namanya saja untuk dijadikan nama “julukan” pulau ini : Pulau Penyu. Walaupun demikian, bagi mereka yang ingin benar-benar sepi maka Pulau Penyulah tempatnya. Siapa tahu, barangkali, tanpa terduga ada seekor penyu yang datang untuk bermalas-malasan di pantai. Paling tidak masih ada kemungkinan lain bagi siapa saja untuk menengok rekan-rekan kita yang sengsara, penyu-penyu itu, yang menyerah pada kemalangannya, menunggu dengan penuh pengharapan di dalam kurungan masing-masing, hingga tiba saatnya yang tepat untuk dibantai dalam suatu upacara.

seranganserangan

seranganserangan

 

Tirta Empul

Tirta Empul

Tirta empul adalah nama yang benar untuk nama mata air ini, tetapi orang lebih suka menyebutnya Tampaksiring kendati nama ini sebenarnya adalah nama sebuah desa, 2 kilo meter di bawah Tirta Empul, dan tak ada hubungannya dengan mata air maupun puranya.

Menurut dongeng rakyat setempat mata air ini tercipta ketika Dewa Indra, Sang Penguasa Sorga, bertanding melawan seorang raja raksasa yang bernama Maya Denawa, dan tiupannya kemudian menembus tanah menimbulkan mata air ini. Sekali setahun pada saat purnama bulan keempat menurut kalender bulan, penduduk menyelenggarakan upacara di pura ini. Penentuan hari upacara ini, kemudian diketahui ternyata tepat sama dengan apa yang tertulis pada sepotong lempengan batu bertulis yang disimpan di Pura Sakenan (di desa yang sama). Batu bertulis ini pernah dibaca oleh Dr. Stutterheim, isinya antara lain menyatakan bahwa mata air Air Hampul dibangun oleh raja Chandrabhayasingha Warmadewa pada tahun 960 M. Mata air Tirta Empul dianggap keramat, karena itu orang tidak boleh sembarangan mandi di mata air itu, namun di bagian bawahnya ada beberapa tempat yang tersedia untuk mandi-mandi. Di dekat mata air ini, di lereng sebuah bukit, berdiri sebuar rumah peristirahatan pegawai tinggi kolonial Belanda, yang kemudian dipugar dan dipergunakan sebagai Istana mendiang Presiden Soekarno.

tirta empultirta empul

tirta empultirta empul

 

Pasar Badung

Pasar Badung

Pasar yang terbesar di Kabupaten Badung ini merupakan tempat dimana orang-orang (kebanyakan wanita) berdagang segala macam barang, dari kapur sirih yang termurah sampai ke televisi berwarna dan alat-alat elektronik lainnya.

Menarik sekali untuk memperhatikan bagaimana para wanita memindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat yang lainnya, atau melihat-lihat sesuatu yang dianggap unik ditempat lain namun ternyata orang memperdagangkannya di tempat ini. Acara yang paling menarik adalah acara hari pasaran, hari besar bagi suatu pasar yang berlangsung setiap lima hari sekali, pada saat para wanita memperjualbelikan anak-anak babi dan anak-anak itik, dengan suaranya yang riuh menyertai celoteh majikan-majikan mereka yang ceriwis. Pasar Badung dibuka setiap hari dari jam 5 pagi sampai jam 4 sore, kecuali hari raya.

pasar badungpasar badung

pasar badungpasar badung

 

Taman Ayun

Taman Ayun

Taman ayun, kebun yang indah, dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Anom, Raja mengwi pada waktu itu, untuk dijadikan pusat pura di seluruh kerajaan.

Tempat pemujaan ini adalah lambang dari adanya Buana Alit (mikrokosmos) dan Buana Agung (makrokosmos), dan sampai kini masih dipergunakan untuk memuja Tuhan dalam pengejawantahan-Nya sebagai Shiva, Menurut kepercayaan Hindu dunia ini terbagi menjadi tiga bagian, dunia atas adalah dunia gunung-gunung, dunia tengah adalah dunia tanah dan kerajaan, dan dunia bawah adalah dunia lautan. Dalam hal kepercayaan ini Pura Taman ayun, di bagian halaman dalamnya, mempunyai sembilan buah menu yang bertingkat empat dipersembahkan bagi Dewa-dewa di Gunung Agung dan di Gunung Batur, sedangkan menu yang bertingkat tujuh dipersembahkan bagi Bethara Majapahit.

taman ayuntaman ayun

taman ayuntaman ayun

 

Tanah Lot

Tanah Lot

Sebuah tempat pemujaan berdiri di atas sebongkah karang hitam di luar pantai, dengan hanya beberapa meter persegi halaman yang mengitarinya.

Kendati demikian tempat ini adalah salah satu pura paling penting di Bali karena berhubungan dengan serangkaian pura di sepanjang pantai selatan. Karangnya yang tajam, yang semula hitam, dari hari ke hari terguncang dan terukir oleh gelombang dan setelah melewati waktu yang panjang menjadilah ia seperti apa yang namapak sekarang, berceruk berlubang-lubang, aneka warna oleh hiasan tumbuhan laut yang menyubur. Orang-orang sekitarnya percaya bahwa disalah satu sanggar pemujaannya ada seekor ular besar yang melingkar dengan tenang. Kunjungan ke Tanah Lot akan menjadi kenangan tak terlupakan apabila orang mau menunggu sampai matahari tergelincir ke balik cakrawala, dan bayangan pura itu meremang tenang berupa warna hitam yang menjulang.

tanah lottanah lot

tanah lottanah lot

 

Lovina

Lovina

Nama desanya Kalibukbuk, 12 km dari Singaraja ke arah barat, tetapi karena ada sebuah penginapan bernama “Lovina” di tempat itu akhirnya orang lebih suka menyebutnya dengan nama terakhir yang lebih mudah diingat ini.

Jauh dari pencemaran udara kota, Lovina punya daya tarik yang aman memikat dengan alam sekitarnya dan pemandangan laut yang melebar sejauh-jauh mata memandang. Pondok-pondok bambu bertebaran di bawah naungan pokok kelapa, berserasian dengan bentangan jala-jala nelayan di sepanjang pantainya. Di sana sini terbentang sawah ladang yang sunyi. Sepanjang malam kodok-kodok dan jangkrik dan belalang dan cacing tanah tak lupa menyuguhkan nyanyian malamnya yang indah. Pantai yang membentang panjang ini merangkai beberapa desa di sepanjang jalan menuju ke Gilimanuk : Tukad Merangga, Kalibukbuk, Tasikmadu, Bunut Panggang, Yeh Kuning, dan Temukus.

lovinalovina

lovinalovina

 

Copyright © 2017 BALI TOUR PAKET. All Rights Reserved