Pantai Pandawa

Pantai Pandawa terletak di desa Kutuh, diselatan Bali, dahulu pantai yang berpasir putih ini lebih dikenal dengan nama Secret Beach (pantai rahasia), karena pada saat itu letaknya yang cukup terpencil dan aksesnya tidak semulus seperti sekarang ini sedang masyarakat sekitar lebih mengenalnya sebagai pantai Kutuh.

Pantai Pandawa ini berjarak kira-kira 19 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai  rata-rata butuh waktu kurang lebih 40-60 menit jikalau naik roda empat untuk menuju pantai di desa Kutuh ini tergantung kemacetan yang ada, menuju pantai ini dari bandara bisa melalui tol bali mandara atau melalui jalan kearah Jimbaran lewat Patung GWK.

Pantai Kutuh merupakan pantai yang lagi happening sejak di buka untuk umum pengunjung yang datang kesini sangat banyak, dan ramai sekali di hari libur ,tapi jangan khawatir pantai ini panjangnya sekitar 1 km dan parkiran juga sangat luas.

Untuk masuk ke daerah wisata pantai yang indah ini Anda akan dikenakan tarif masuk dan parkir mobil, harga tiket masuk pantai Pandawa (domestik) sebagai berikut.

Tiket Masuk Pantai Pandawa - Pantai Kutuh - Secret Beach

  • Domestik – Rp 8.000 / orang.
  • Parkir mobil, Rp 5.000 / 1 mobil.
  • Parkir motor, Rp 2.000 / 1 motor.

Dipantai ini juga ada tempat selfie yang instagramable spot-spot nya banyak yang bisa dipakai untuk foto-foto

pandawa

Berbagai kegiatan wisata bahari bisa dilakukan di pantai ini , mulai berenang (kalo gak bisa berenang bisa sewa pelampung Rp 20.000), main canoe untuk sewanya bagi turis lokal Rp 25.000 / 1 orang(single canoe), dan canoe yg untuk dua orang Rp 50.000 dengan lama pakai 1 jam., atau sekedar bersantai ditepi pantai , ada payung-payung dengan kursi malas (sun deck) yang bisa disewa dengan harga Rp 50.000, kalau lapar jangan khawatir, deretan warung tempat makan siap menyajikan mie goreng,nasi goreng, bakso , hidangan ikan laut bakar dan beberapa jenis makanan barat

Kalau habis dari pantai in kita bisa melanjutkan ke Uluwatu untuk melihat tari kecak atau patung Garuda Wisnu Kencana yang sedang terus dibangun

 

Tenganan

Tenganan

Ada sebuah legenda tentang raja Bedahulu, yang pada suatu hari kehilangan kuda kesayangannya, namun kemudian ditemukan di suatu tempat dalam keadaan tak bernyawa lagi.

Penduduk Tenganan yang mengiringkan sang raja dalam pencarian itu kemudian memohon hadiah, berupa tanah seluas bau bangkai kuda itu masih tercium. Tetapi semakin jauh mereka berjalan semakin keras juga bau bangkai itu, dan baru hilang beberapa hari kemudian, setelah pemimpin penduduk itu mengeluarkan sepotong daging busuk dari balik pakaiannya. Tenganan adalah salah satu desa “Bali Aga” juga, desa tempat kediaman para penduduk Bali asli. Dengan adat dan tata kehidupannya yang berbeda dengan bagian lainnya. Tempat ini dikenal sebagai satu-satunya tempat yang membuat Kamben Gringsing, kain tenun ikat yang menggunakan bahan pewarna tradisionil. Kadang-kadang proses pembuatannya yang berbelit-belit itu memakan waktu sampai lima tahun hanya untuk menyelesaikan sepotomg kain saja. Upacara yang khas desa ini umumnya diadakan sekali setahun. Salah satu yang terkenal adalah tari Rejang dengan iringan Gamelan Selonding (Selonding : jenis gamela yang hanya ada di desa ini). Upacara lain adalah Perang Pandan atau Mekare-kare, sebuah upacara dimana anak-anak laki-laki saling bertanding dengan mempergunakan daun pandan berduri sebagai senjata. Pengobatan mereka yang terluka merupakan tanggung jawab para dukun, yang dalam upacara ini akan menunjukkan kekuatan ilmunya.

tenganantenganan

tenganantenganan

 

Trunyan

Trunyan

Terpisah dari rekan-rekan lainnya yang diseberang danau Batur, dan terpagar bukit karang yang terjal, penduduk desa Trunyan yang menamakan diri sebagai “Bali Aga” itu hidup damai dengan tradisi dan tata caranya sendiri yang berasal dari jaman pra sejarah.

Sistim kasta tidak dikenal di tempat ini, demikian pula kebiasaan mengubur jenasah atau perebuan jenasah seperti penganut Hindu lainnya. Mereka hanya meletakkan jenasah itu di salah satu lereng karang dan membiarkannya lebur oleh proses alam. Di salah satu tempat yang dirahasiakan mereka menyimpan sebuah patung setinggi4 meter, tersembunyi. Patung ini adalah patung Ratu Gede Pancering Jagad, Maha Ratu dari Pusat Dunia, yang dianggap sebagai pelindung dan penjaga kampung itu. Untuk mencapai tempat ini para pengunjung harus turun menuju ke desa kedisan di tepi danau, dan menyerahkan perjalanan selanjutnya kepada tukang-tukang perahu yang tahu benar bagaimana mancapai Trunyan dengan perahu bermotor mereka.

trunyantrunyan

trunyantrunyan

 

Ubud

Ubud

Ubud adalah sebuah kecamatan yang semula hanya berupa kerajaan kecil tetapi kemudian menjadi tenar hingga kini.

Perkembangan Ubud menjadi daerah wisata dimulai sejak kedatangan Walter Spies, seorang pelukis Jerman kelahiran Moskow pada tahun dua puluhan, yang kemudian mendirikan perkumpulan pelukis “Pita Maha”. Belakangan pelukis lain dari Belanda yang bernama Rudolf Bonnet ditunjuk Yayasan untuk memimpin museum di tempat ini, yang sampai kini terkenal dengan nama museum “Puri Lukisan”, tempat menyimpan karya-karya pelukis Bali bermutu. Ubud terkenal karena menjadi “Pusat Seni”, sama terkenalnya dengan hutan monyet dan jembatan gantung di atas sungau Campuan yang ada di daerah ini. Campuan, yang berarti pertemuan antara dua sungai, adalah sungai yang indah, tempat orang-orang, baik penduduk setempat maupun pelancong, mandi-mandi di tempat terbuka di bawah bayangan tebing terjalnya yang rimbun. Kekhasan Ubud yang lain adalah para pelukisnya. Siapa saja bisa meminta kepada para pelukis itu untuk membuatkan potret wajahnya, dan dalam satu jam, atau kurang, sudah bisa selesai. Namun berbeda dengan daerah pariwisata umumnya, ternyata ubud adalah desa yang masih tetap “bertahan”, tak tergoda oleh arus wisatawan, bahkan sebaliknya, tetap memelihara suasana kampung sebagaimana aslinya.

ubudubud

ubudubud

 

Sanur

Pantai daerah Sanur yang berkarang dan berpasir putih ini, membentang sepanjang 8 km di teluk Badung yang tenang

Letaknya disebelah timur kota Denpasar, oleh karena itu pemandangan matahari terbit merupakan daya tarik utama dari Pantai-pantai yang berpasir putih ini kecuali pantai didaerah yang agak keutara seperti pantai Matahari Terbit yang berpasir hitam.  Berbeda tentunya dengan pantai-pantai di Bali yang menghadap ke arah matahari tenggelam seperti Pantai Kuta, ombak di Pantai Sanur ini relatif tenang, dan sangat cocok untuk keluarga yang mempunyai anak-anak yang ingin berenang di pantai.

Bila Anda seorang yang gemar foto-foto, Pantai Karang di Sanur merupakan salah satu spot yang indah untuk memotret sunrise.

Dilepas pantai Sanur ada juga tempat untuk para penyuka wisata snorkeling dan selam wisata.

Tempat lain yang perlu untuk dikunjungi adalah Museum Le Mayeur, rumah seorang pelukis Belgia yang kini didiami jandanya, Ni Polok.

sanursanur

sanursanur

pada bulan tertentu seperti dari Juli hingga Oktober dimana masa itu angin bertiup kencang daerah ini sering dijadikan tempat untuk perlombaan layang-layang, berbagai ukuran dan bentuk layang-layang dengan aneka warna menghiasi langit daerah Pantai Mertasari atau Pantai Matahari Terbit.

Di Pantai ini banyak juga tempat untuk menikmati wisata kuliner, ada restaurant, cafe,gerai cepat saji dan tentu juga warung-warung yang menyediakan makanan yang enak dengan harga terjangkau.

Daerah Sanur juga merupakan salah satu titik penyeberangan bila kita ingin berwisata ke Pulau Nusa Penida, Pulau Lembongan dan Nusa Ceningan, Anda bisa membeli ticket speedboat seharga 75-100rb rupiah didaerah sekitar pantai matahari terbit.

Disini juga merupakan tempat diselenggarakannya event tahunan Sanur Village Festival , sebuah acara yang menyajikan pertunjukan musik seni budaya, olahraga , yoga , kompetisi hingga aksi kepedulian akan lingkungan sekitar Sanur, bila ingin menyaksikannya datanglah ke bali sekitar bulan Agustus.

Serangan

Serangan

Luasnya hanya beberapa puluh hektar saja, berupa tanah berpasir di luar teluk dangkal, yang nampak bagaikan sepotong mata rantai terputus antara Nusa Dua dan pantai selatan kota Denpasar.

Pohon-pohon kelapa yang teduh menaungi bagian tengahnya, namun sebaliknya, pantainya yang berpasir putih tenang terbuka begitu saja, dan amat sesaui bagi penyu-penyu untuk bertelor di malam-malam yang sepi. Sayang sekali bahwa mata manusia-manusia yang rakus seringkali lebih cepat dari si pemilik telor itu sendiri, dan semakin rakus tangan-tangan itu mencari semakin jarang penyu yang datang. Merekapun akhirnya hanya sempat meninggalkan namanya saja untuk dijadikan nama “julukan” pulau ini : Pulau Penyu. Walaupun demikian, bagi mereka yang ingin benar-benar sepi maka Pulau Penyulah tempatnya. Siapa tahu, barangkali, tanpa terduga ada seekor penyu yang datang untuk bermalas-malasan di pantai. Paling tidak masih ada kemungkinan lain bagi siapa saja untuk menengok rekan-rekan kita yang sengsara, penyu-penyu itu, yang menyerah pada kemalangannya, menunggu dengan penuh pengharapan di dalam kurungan masing-masing, hingga tiba saatnya yang tepat untuk dibantai dalam suatu upacara.

seranganserangan

seranganserangan

 

Tirta Empul

Tirta Empul

Tirta empul adalah nama yang benar untuk nama mata air ini, tetapi orang lebih suka menyebutnya Tampaksiring kendati nama ini sebenarnya adalah nama sebuah desa, 2 kilo meter di bawah Tirta Empul, dan tak ada hubungannya dengan mata air maupun puranya.

Menurut dongeng rakyat setempat mata air ini tercipta ketika Dewa Indra, Sang Penguasa Sorga, bertanding melawan seorang raja raksasa yang bernama Maya Denawa, dan tiupannya kemudian menembus tanah menimbulkan mata air ini. Sekali setahun pada saat purnama bulan keempat menurut kalender bulan, penduduk menyelenggarakan upacara di pura ini. Penentuan hari upacara ini, kemudian diketahui ternyata tepat sama dengan apa yang tertulis pada sepotong lempengan batu bertulis yang disimpan di Pura Sakenan (di desa yang sama). Batu bertulis ini pernah dibaca oleh Dr. Stutterheim, isinya antara lain menyatakan bahwa mata air Air Hampul dibangun oleh raja Chandrabhayasingha Warmadewa pada tahun 960 M. Mata air Tirta Empul dianggap keramat, karena itu orang tidak boleh sembarangan mandi di mata air itu, namun di bagian bawahnya ada beberapa tempat yang tersedia untuk mandi-mandi. Di dekat mata air ini, di lereng sebuah bukit, berdiri sebuar rumah peristirahatan pegawai tinggi kolonial Belanda, yang kemudian dipugar dan dipergunakan sebagai Istana mendiang Presiden Soekarno.

tirta empultirta empul

tirta empultirta empul

 

Pasar Badung

Pasar Badung

Pasar yang terbesar di Kabupaten Badung ini merupakan tempat dimana orang-orang (kebanyakan wanita) berdagang segala macam barang, dari kapur sirih yang termurah sampai ke televisi berwarna dan alat-alat elektronik lainnya.

Menarik sekali untuk memperhatikan bagaimana para wanita memindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat yang lainnya, atau melihat-lihat sesuatu yang dianggap unik ditempat lain namun ternyata orang memperdagangkannya di tempat ini. Acara yang paling menarik adalah acara hari pasaran, hari besar bagi suatu pasar yang berlangsung setiap lima hari sekali, pada saat para wanita memperjualbelikan anak-anak babi dan anak-anak itik, dengan suaranya yang riuh menyertai celoteh majikan-majikan mereka yang ceriwis. Pasar Badung dibuka setiap hari dari jam 5 pagi sampai jam 4 sore, kecuali hari raya.

pasar badungpasar badung

pasar badungpasar badung

 

Taman Ayun

Taman Ayun

Taman ayun, kebun yang indah, dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Anom, Raja mengwi pada waktu itu, untuk dijadikan pusat pura di seluruh kerajaan.

Tempat pemujaan ini adalah lambang dari adanya Buana Alit (mikrokosmos) dan Buana Agung (makrokosmos), dan sampai kini masih dipergunakan untuk memuja Tuhan dalam pengejawantahan-Nya sebagai Shiva, Menurut kepercayaan Hindu dunia ini terbagi menjadi tiga bagian, dunia atas adalah dunia gunung-gunung, dunia tengah adalah dunia tanah dan kerajaan, dan dunia bawah adalah dunia lautan. Dalam hal kepercayaan ini Pura Taman ayun, di bagian halaman dalamnya, mempunyai sembilan buah menu yang bertingkat empat dipersembahkan bagi Dewa-dewa di Gunung Agung dan di Gunung Batur, sedangkan menu yang bertingkat tujuh dipersembahkan bagi Bethara Majapahit.

taman ayuntaman ayun

taman ayuntaman ayun

 

Tanah Lot

Tempat wisata Tanah Lot yang merupakan sebuah Pura yang terletak di kabupaten Tabanan kurang lebih 20km dari kota Denpasar ke arah barat, merupakan sebuah tempat pemujaan umat Hindu nan berdiri di atas sebongkah karang hitam di luar pantai, dengan hanya beberapa meter persegi halaman yang mengitarinya.

Pura Tanah Lot ini adalah salah satu pura paling penting ( dari 7 pura ) di Bali karena berhubungan dengan serangkaian pura di sepanjang pesisir pantai Bali. Karangnya yang tajam, yang semula hitam, dari hari ke hari terguncang dan terukir oleh gelombang dan setelah melewati waktu yang panjang menjadilah ia seperti apa yang nampak sekarang.

Orang-orang sekitarnya percaya bahwa disalah satu sanggar pemujaannya ada seekor ular besar yang melingkar dengan tenang.

Objek wisata ini selalu dipenuhi oleh wisatawan domestik maupun international, tempat ini sanget menarik untuk dijadikan tempat untuk berfoto ria, utamanya di kala senja, saat matahari akan terbenam.

tanah lot tabanan tour bali

Kunjungan ke Tanah Lot akan menjadi kenangan tak terlupakan apabila orang mau menunggu sampai matahari tergelincir ke balik cakrawala, dan bayangan pura itu meremang tenang berupa warna hitam yang menjulang.

Daftar Harga Tiket Masuk Tanah Lot Bali untuk Wisatawan Domestik Tahun 2018

UsiaHarga per orang
DewasaRp 20.000
Anak – AnakRp 15.000

 

Biaya Parkir Kendaraan Tanah Lot Bali 2018

JenisHarga per kendaraan
Sepeda Motor Roda DuaRp 2.000 / 1 Motor
Mobil Roda EmpatRp 5.000 / 1 Mobil
BusRp 10.000 / 1 Bus

Keterangan

  • Perubahan harga tiket masuk Tanah Lot Bali dan biaya parkir kendaraan dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
  • Harga tiket masuk hanya berlaku untuk warga negara Indonesia.

Copyright ©2009 – 2018 BALI TOUR PAKET – MY BALI GROUP. All Rights Reserved