Bali Tour Paket Liburan Bali
Telp: 0361 8495245

Objek Wisata Bali


Mau Menambahkan aktifitas Outbound di Bali pada tour anda ? Kunjungi www.mybalioutbound.com

Objek Wisata di Bali

Uraian lengkap, jelas mengenai objek wisata BALI dan sejarahnya hanya anda dapatkan disini

Sudah diketahui sejak lama, bahwa Bali terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, dan tentunya Objek wisatanya yang sangat terkenal. Para wisatawan yang telah datang ke bali sangat menikmati keberadaan Objek wisata bali tertata rapi dan bersih. Para wisatawan dapat menyesuaikan kebutuhan Liburan bali nya dengan memilih objek wisata yang mereka inginkan baik yang bersifat objek wisata alam seperti Ubud, Bedugul, adapun objek wisata budaya seperti pura besakih, Tanah lot, dll

Bali saat ini memiliki lebih dari 100 Objek wisata bali baik yang sudah dikenal maupun yang belum di kenal karena perlu penggarapan yang lebih serius dari pemerintah daerah bali sehingga di harapkan Objek wisata bali yang sudah di kenal bisa di dukung Tempat wisata bali lainnya lain yang bisa menjadi alternative kunjungan wisatawan ke Bali. Berikut kami tampilkan beberapa objek wisata terkenal di bali

OBJEK WISATA BALI

Art Center

Tempat ini dipergunakan juga untuk berbagi kegiatan kebudayaan lainnya. Semua bangunannya bercorak khas Bali dengan sebuah gerbang utama, Kori Agung, memisahkan halaman depan dari panggung terbukanya yang luas. Sebuah bangunan utamanya berdiri megah di tengah kebun-kebun indah. Ada pula pameran tetap yang dibuka setiap hari di samping pameran seni lainnya yang bersifat insidentil, pertunjukan-pertunjukan dan acara apresiasi seni. Pelajaran tari untuk anak-anak diadakan setiap minggu pagi.

art centre
Bedugul

Ada danau di tempat ini yang disebut Beratan, yang airnya selalu menggenangi halaman sebuah pura di bagian baratnya. Pura ini desebut Pura Ulun Danu, di bangun untuk memuja Dewi Danu, Dewi penguasa air. Namun untuk bisa sampai ke tempat ini pengunjung harus melewati jalan raya menanjak berliku-liku yang kiri kanannya penuh dengan bunga-bungaan aneka warna. Di Bagian seberang danau terdapat sebuah desa kecil, desa Candi Kuning, dengan pasarnya yang khas tempat para petani menjual hasil tanaman mereka : bunga-bunga sub-tropis, anggrek, buah-buahan hutan, jagung rebus, dan sayur-sayuran sub-tropis lainnya.

bedugul
Besakih Temple

Sejarahnya semula pada tahun-tahun terakhir abad ke 8, ketika seorang pendseta Shiva, Sri Markandeya, memimpin sekelompok penduduk untuk mengadakan upacara lima macam logam “Panca Datu” (emas, perak, besi, tembaga, dan batu mulia) di sebuah tempat di lereng gunung agung. Di tempat itulah kemudian orang mendirikan pura yang kini disebut Pura Basukian. Pada hakekatnya Besakih adalah kelompok sejumlah pura.

besakih
Goa Gajah

Sejarahnya belum bisa ditelusuri, hanya dapat dibuktikan bahwa goa ini dibuat pada abad ke 11 antara tahun 950 dan 1050 M, kemungkinan besar pada tahun 1000 M ketika Bali diperintah oleh raja Udayana. Di dalam goa yang berbentuk huruf T ini terdapat beberapa ceruk, mungkin dipergunakan oleh tokoh untuk menyimpan barang bawaannya sementara mereka bersemadi.

goa gajah
Goa Lawah

Tak ada yang tahu kapan goa itu diketemukan, kecuali barangkali nenek moyang kelelawar itu saja yang tahu. Goanya dianggap keramat dan orangpun membuat tempat sembahyang dihalaman depannya. Konon kata orang ada tembusan dari goa ini yang menuju ke dasar Gunung Agung. Tetapi siapa pula yang mau membuktikannya? Dari pada membuktikan omongan tak menentu itu lebih baik pengunjung berjalan sebentar menyeberangi jalan raya ke daerah pantai tempat orang-orang membuat garam.

goa lawah
Gunung Kawi

Udayana memerintah Bali dari tahun 988 M sampai tahun 1007 M, namun tempat samadinya baru diketemukan Damste, seorang pegawai tinggi Belanda, pada tahun 1920, yang kemudian penyelidikan selanjutnya dilakukan Knigman dalam tahun 1949. Tempat ini sekarang dikenal dengan nama Gunung Kawi karena terletak dilereng bukit dengan nama itu. Memasuki tempat ini pengunjung harus berjalan kaki menuruni tangga-tangga batu, dan tiba di sisi kanan sungai Pakerisan yang tebingnya didereti empat buah candi, tepat di sebelah kiri jalan masuk.

gunung kawi
Kertagosa

Istananya sendiri, Puri Semara Pura, telah hancur ketika terjadi peperangan antara Belanda melawan kerajaan-kerajaan di Bali pada awal abad ke 20 ini. Di tempat yang agak terpisah dari Puri (istana) ada bangunan pengadilan yang disebut Kertagosa, dan Gedung Terapung “Bale Kambang”, dan kolam yang mengelilinginya yang disebut “Taman Gili”.

kertagosa
Kintamani

Kendatipun demikian kehidupan penduduknya tak jauh berbeda dari rekan-rekannya di bagian lain pulau ini. Hanya dengan selembar sarung penutup badan, sepasang sandal karet pengalas kaki, dan jagung rebus yang masih mengepul dipegang tangan, cukup sudah untuk menemani mereka menyusuri jalan setapak yang dingin berkabut. Bila mau menuruni lerengnya maka para pengunjung bisa menyaksikan air danau yang biru menghitam, didampingi sisa-sisa lahar yang hitam kelabu di dekatnya

kintamani
Lovina

Jauh dari pencemaran udara kota, Lovina punya daya tarik yang aman memikat dengan alam sekitarnya dan pemandangan laut yang melebar sejauh-jauh mata memandang. Pondok-pondok bambu bertebaran di bawah naungan pokok kelapa, berserasian dengan bentangan jala-jala nelayan di sepanjang pantainya. Di sana sini terbentang sawah ladang yang sunyi. Sepanjang malam kodok-kodok dan jangkrik dan belalang dan cacing tanah tak lupa menyuguhkan nyanyian malamnya yang indah.

lovina
Museum Bali

Museumnya sendiri baru dibuka resmi pada tanggal 8 desember 1932 setelah ketiga bangunan utamanya, Gedung Tabanan, Gedung Karangasem, dan Gedung Buleleng diselesaikan pembuatannya oleh dua orang arsitek Bali, Gusti Ktut Gde Kandel dan Gusti Ktut Rai bersama seorang arsitek Jerman, Kurt Grundler. Museum ini merupakan salah satu dari museum-museum terbesar di Indonesia, yang menyimpan berbagai alat, kain-kain, karya seni, perlengkapan keagamaan

museum bali
Pasar Badung

Menarik sekali untuk memperhatikan bagaimana para wanita memindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat yang lainnya, atau melihat-lihat sesuatu yang dianggap unik ditempat lain namun ternyata orang memperdagangkannya di tempat ini. Acara yang paling menarik adalah acara hari pasaran, hari besar bagi suatu pasar yang berlangsung setiap lima hari sekali, pada saat para wanita memperjualbelikan anak-anak babi dan anak-anak itik, dengan suaranya yang riuh menyertai celoteh majikan-majikan mereka yang ceriwis.

pasar badung
Sanur

Beruntung sekali selalu menghadap kearah matahari terbit, sehingga orang pun bisa datang bersama tukang perahu dan bersama sampan-sampan mereka untuk mengucapkan : “Selamat pagi” kepada keindahan. Ombak yang memanjang di luar karang merupakan sahabat terbaik para peluncur papan, sedangkan air tenang di bagian dalamnya merupakan tempat yang baik untuk bermain ski atau memancing. Suatu malam di pantai sanur tak akan terlupakan, terutama bila bulan purnama sedang bersinar, dan gadis-gadis bermain air ditemani pemuda-pemudanya.

sanur
Serangan

Pohon-pohon kelapa yang teduh menaungi bagian tengahnya, namun sebaliknya, pantainya yang berpasir putih tenang terbuka begitu saja, dan amat sesaui bagi penyu-penyu untuk bertelor di malam-malam yang sepi. Sayang sekali bahwa mata manusia-manusia yang rakus seringkali lebih cepat dari si pemilik telor itu sendiri, dan semakin rakus tangan-tangan itu mencari semakin jarang penyu yang datang. Merekapun akhirnya hanya sempat meninggalkan namanya saja untuk dijadikan nama “julukan” pulau ini : Pulau Penyu. Walaupun demikian, bagi mereka yang ingin benar-benar sepi maka Pulau Penyulah tempatnya.

serangan
Taman Ayun

Tempat pemujaan ini adalah lambang dari adanya Buana Alit (mikrokosmos) dan Buana Agung (makrokosmos), dan sampai kini masih dipergunakan untuk memuja Tuhan dalam pengejawantahan-Nya sebagai Shiva, Menurut kepercayaan Hindu dunia ini terbagi menjadi tiga bagian, dunia atas adalah dunia gunung-gunung, dunia tengah adalah dunia tanah dan kerajaan, dan dunia bawah adalah dunia lautan.

taman ayun
Tanah lot

Kendati demikian tempat ini adalah salah satu pura paling penting di Bali karena berhubungan dengan serangkaian pura di sepanjang pantai selatan. Karangnya yang tajam, yang semula hitam, dari hari ke hari terguncang dan terukir oleh gelombang dan setelah melewati waktu yang panjang menjadilah ia seperti apa yang namapak sekarang, berceruk berlubang-lubang, aneka warna oleh hiasan tumbuhan laut yang menyubur.

tanah lot
Tenganan

Penduduk Tenganan yang mengiringkan sang raja dalam pencarian itu kemudian memohon hadiah, berupa tanah seluas bau bangkai kuda itu masih tercium. Tetapi semakin jauh mereka berjalan semakin keras juga bau bangkai itu, dan baru hilang beberapa hari kemudian, setelah pemimpin penduduk itu mengeluarkan sepotong daging busuk dari balik pakaiannya.

tenganan
Tirta Empul

Menurut dongeng rakyat setempat mata air ini tercipta ketika Dewa Indra, Sang Penguasa Sorga, bertanding melawan seorang raja raksasa yang bernama Maya Denawa, dan tiupannya kemudian menembus tanah menimbulkan mata air ini. Sekali setahun pada saat purnama bulan keempat menurut kalender bulan, penduduk menyelenggarakan upacara di pura ini. Penentuan hari upacara ini, kemudian diketahui ternyata tepat sama dengan apa yang tertulis pada sepotong lempengan batu bertulis yang disimpan di Pura Sakenan (di desa yang sama).

tirta empul
Trunyan

Sistim kasta tidak dikenal di tempat ini, demikian pula kebiasaan mengubur jenasah atau perebuan jenasah seperti penganut Hindu lainnya. Mereka hanya meletakkan jenasah itu di salah satu lereng karang dan membiarkannya lebur oleh proses alam. Di salah satu tempat yang dirahasiakan mereka menyimpan sebuah patung setinggi4 meter, tersembunyi. Patung ini adalah patung Ratu Gede Pancering Jagad, Maha Ratu dari Pusat Dunia, yang dianggap sebagai pelindung dan penjaga kampung itu.

trunyan
Ubud

Perkembangan Ubud menjadi daerah wisata dimulai sejak kedatangan Walter Spies, seorang pelukis Jerman kelahiran Moskow pada tahun dua puluhan, yang kemudian mendirikan perkumpulan pelukis “Pita Maha”. Belakangan pelukis lain dari Belanda yang bernama Rudolf Bonnet ditunjuk Yayasan untuk memimpin museum di tempat ini, yang sampai kini terkenal dengan nama museum “Puri Lukisan”, tempat menyimpan karya-karya pelukis Bali bermutu. Ubud terkenal karena menjadi “Pusat Seni”, sama terkenalnya dengan hutan monyet dan jembatan gantung di atas sungau Campuan yang ada di daerah ini.

ubud

 

Copyright © 2017 BALI TOUR PAKET. All Rights Reserved